Sunday, February 14, 2010

Penantian
Malam yang sunyi,seharian menghadapi kehidupan yang mesti di hadapi lagi esok hari. Aku tidak bisa mengatakan bahwa kehidupanku sekarang bahagia karna dalam diriku tersimpan banyak kesalahan yang aku takut menghadapi dan menyelesaikannya. Setiap malam-malamku tak luput dari air mata karna penyesalan itu,sungguh aku menyesal bukan karna aku pergi tapi karna aku menyakiti. Kubuang diriku jauh dari orang-orang yang menyayangiku dan dekat dengan diriku dan kusakiti hati mereka sampai maafpun terasa tak dapat pantas aku dapat kan dari mereka. Di pembuangan ini tak sedikitpun aku melupakan mereka bahkan saat usia kehamilanku semakin bertambah,aku selalu menceritakan pada calon bayiku tentang mereka..tentang keluarga..yang aku dengungkan pada anakku bahwa ia akan terlahir tidak seperti anak2 yang lain yang berada disisi keluarganya. Dibuaian kakek dan nenek serta om dan tantenya..aku selalu meminta maaf pada anakku yg masih dlam kandunganku karna aku menginkan dia terlahir dan menemani kesendirianku. Hari-hari penantian menyambut kelahirannya selalu aku jalani dengan apa adanya. Jika ada diantara kalian,keluargaku yang membuka blogku mohon maaf dan doanya..jika memang aku telah dihapus dan dilupakan berada antara kalian aku selalu terima tapi suatu hari nanti biarkan anak-anakku mengenal kalian..maafkan aku,selama jiwaku masih memiliki raga selama itu pula aku tidak akan melupakan kalian...

Saturday, February 13, 2010

Terasa banyak kejadian yang telah aku alami selama ini.perantauan ke kampung orang lain memberikanku banyak pelajaran.kenapa tidak?adat dan kebiasaan yang aku temui banyak perbedaan.sekarang aku sudah menjadi seorang istri dan sebentar lagi menjadi seorang ibu hanya menunggu waktu aja. Suka dan duka terasa banget aku hadapi karna bukan hanya aku harus mengenal suamiku tapi juga mesti mengenal orang sekelilingku. Tidak mudah untuk mencari teman atau sahabat ditempat ini karna menjadi pengalaman tidak mesti mempercayai satu orangpun..

Thursday, July 24, 2008

surat buat dindaku...

senyum adalah hal yang paling aku harapkan sekarang darimu. ku tahu jiwamu sekarang makin tertekan dengan hilangnya manusia yang paling berarti dalam diri dan hidupmu. jangan pernah menangisinya lagi karna tangis itu tidak akan merubah takdir yang telah dituliskan untuk kalian berdua. dinda... kami selalu ada untukmu, walaupun dia adalah sebagian jiwamu tapi biarkan itu berlalu. selama ini aku mengenalmu sebagai wanita yang tegar. gadis yang penuh dengan keceriaan dan gesit dalam melangkah. jangan sia-siakan hidupmu dengan terus menerus mengenang dirinya. bangkitlah kembali saudariku...bangkitlah kembali seperti diri mu yang dulu. diri yang tidak pernah rapuh walau di tempa oleh air mata sesakit apapun. jangan kau menyiksa diri dan membiarkan apa yang sebenarnya bisa hilang itu tetap menggerogoti jiwa, hati dan fikiranmu. aku tidak akan pernah membiarkanmu untuk terus berduka dan bersedih atas apa yang telah terjadi. maaf kan aku yang telah membiarkan mu untuk melangkah tanpa memberikan perhatian sedikitpun padamu. aku hanya ingin kamu tahu bahwa cinta adalah hal yang paling indah tapi bila kita mencintai berarti kita mesti siap untuk menerima kesakitan sebesar apapun. aku yakin rasa cinta yang kamu miliki adalah rasa yang sangat kamu hormati dan aku yakin jika rasa itu kamu ikhlaskan pasti akan ada hikmahnya suatu hari nanti. biarkan dia menjalankan kewajibannya kepada orang tua dan keluarganya. selalu yakini bahwa rasa yang kau miliki seperti halnya yang ia punya maka simpanlah untuk didalam hatimu dan kembalilah seperti dirimu yang dulu. jangan pernah korbankan masa depan yang tidak seharusnya kamu korbankan. aku akan ada dan akan selalu ada untuk mendengarkan keluhan jiwamu. saudariku yang tercinta...tegarlah...kuatkan dirimu....aku akan selalu sayang padamu karna kamu adalah seorang saudari yang sangat berarti bagiku...jangan pernah menyia-nyiakan kesehatanmu...
dari
rifqy ...

Wednesday, March 19, 2008

selayang pandang


aku pernah berjalan menemui seseorang yang sangat tidak asing bagiku. terlihat wajahnya pucat dan lusuh. aku tanya padanya "ada apa denganmu?" namun dia hanya berdiri mematung dan melihatku dengan nanar. keingin tahuanku telah memancing rasa penasaran itu datang, aku semakin mendekatinya dan bertanya hal yang serupa seperti awal pada nya .."ada apa denganmu" namun tetap saja tak ada jawaban. tubuh yang lusuh itu hanya terjatuh di samping kaki ku dan bersandar pada tembok yang ada didekatnya. mata itu hanya melihat kedepan dengan penuh kekosongan. semakin aku menatapnya semakin terlihat ada bulir embun yang akan jatuh dari kelopak matanya. tetap ku tatapi wajah itu, tersirat di dalamnya sebuah derita yang tak sanggup lagi dihadapi. namun hanya ketegaran yang dia punya untuk bertahan...
aku hanya bisa mencermati apa yang ada dalam dirinya, namun tiba-tiba terdengar suara lirih dari bibr mungilnya besenandung
"tak pelak hidup jika tak derita
"tak berhenti waktu jika tak menghadapi
"namun tak dapat terbendung jika cinta telah terbagi
"aku hanya manusia
"kesempurnaan bukan milikku
"aku hanya bisa merasakan apa yang di sebut dengan hidup
"dan memberikannya cinta untuk membentuk warna
"tak ada salah jika aku menanti
"namun tak ada salah jika aku di tinggal
"aku hanya ingin hari ini menjadi hari ini
"agar esok aku bisa kembali berdiri dan mencari apa yang aku cari
"hina nya diriku hari ini tak menjadi jalan untukku di hari depan
"terkungkungnya jiwaku hari ini tetap ingin mencari kebebasan untuk bernafas
"raga dan jiwaku tak dapat membeda
"antara dunia maya dan nyataku
"hingga memberikan aku siksa yang tak ternampakkan

aku semakin tidak mengerti apa yang dia ucapkan tapi yang aku ketahui dia adalah manusia yang telah menjalani hidupnya sekian lama dengan penderitaan batin. haruskag aku tolong, sementara aku sendiri tidak tahu cara untuk menolongnya karna aku sendiri gtidak meyakini diri ku berada pada hidup yang normal....
"sempurna adalah ketidaksempurnaan karna sesunggunya sempurna tidak akan pernah ada bila ketidak sempurnaan lahir"
aku akan tetap mencari ketidak sempurnaanku dan merubahnya untuk menjadikannya sempurna

teruntukmu selalu
kentut cumi
^_^

Sunday, March 16, 2008


"Kenyataan....."

senyum itu setiap malam aku liat
senyum itu setiap malam menidurkan aku dengan mimpi
senyum itu menyadarkan aku bahwa sanya aku berpijak pada bumi yang tak beda dengan dirinya

ada angin timur yang membawa senyum itu sampai padaku
ada bayangan yang dari kepala sampai ujung kakinya tertutup oleh hijab yang menyampaikan bahwa senyum itu hangat
dan ada air mata yang melarang senyum itu pergi...

aku sudah mengecup keningmu dengan rasa sayang
aku sudah memiliki hangatnya bibirmu yang bagiku tetaplah maya
aku sudah merasakan keberadaan walau waktu menyempitkan dirinya

jangan hilangkan bayang mu dari keheningan pagi
biarkan pelukan itu tetap erat tanpa harus tertiup angin
biarkan putih itu tetap putih dan hitam tetap hitam

jadilah nyata dalam hidupku
karna sekian banyak yang maya bagiku
hanya keberadaanmu yang kuinginkan nyata

dan pautkan semua yang waktu telah saksikan
karna bukan hanya bisikan suaramu yang kuiinginkan
tapi juga keberadanmu

jadikan semua itu nyata....

Saturday, March 08, 2008

sedetik, dua detik...tetaplah itu waktu

banyak yang terjadi belakangan ini, terlalu banyak emosi yang aku keluarkan, terlalu bnayak buku fiksi yang aku tamatkan dan terlalu banyak kenangan yang aku lupakan hanya karna aku pula yang terlupakan. terlalu sering kaki ku melangkah pada tempat yang membuaiku dalam dunia bahwa sebenarnya selama ini aku terkungkung dalam duniaku yang sempit tak bermakna namun berbeda. banyak hal yang aku temui selain pengalaman mulai dari kesempatan, kehidupan, perasaan, kenyataan dan yang terpenting adalah semuanya terumpun dari kehidupan. aku ingin menjadi yang terbaru dalam kehidupan ku sendiri, memulainya dengan semangat yang baru dan merubah cara hidup tanpa mengubah prinsip hidup bahwa aku adalaha aku yang tak ingin menjadi orang lain ataupun di jadikan orang lain. aku adalah aku yang masih tetap mengutamakan adalah sahabat dan teman di banding hubungan yang lebih dari itu. bagiku rasa sayang adalah rasa yang abadi yang aku rasakan terhadap orang lain kebanding rasa yang melebihi dari itu.Smoga......

Wednesday, January 16, 2008

semenjak hari itu


ah...keluh hatiku makin terasa sesak...untung sejak malam pertemuan itu ada teman yang selalu menemaniku dan memberikan ku dorongan. Allahu yaa Robbi...wajah yang selama ini aku selalu reka-reka akhirnya dapat aku lihat dengan jelas. manusia yang selalu aku kirimkan pesan aku sayang bahkan merindukannya sudah berada di depan mataku. sekali senyum itu terlihat sangat manis dan candanya membuat gemuruh jiwaku semakin merindukannya saat bayangan jiwanya nampak. segeliat rasa yang ku rasakan saat berada didekatnya malam itu. namun tiba-tiba kebiasaan buruk ku kambuh lagi, kebiasaan yang dapat membaca aura orang lain. ternyata malam itu aku bisa menangkap aura dia tentang ku.... hanya satu yang diiginkannya tapi sayang itu adalah kekuranganku yang tak akan pernah berubah... "man...aku bukan manusia yang sempurna".
Kuakui, rasa sayangku menjadikannya seorang teman membuatku terhanyut oleh keadaan. dan terus terang baru kali ini aku merasakan perasaan itu pada orang yang seumuran dengan ku....
sekarang..perasaan itu terkubur dalam hatiku...aku hanya bisa membiarkannya dan moga bisa menghilang. biarkan pula dia tidak mengetahui seberapa besar penting dirinya untukku

Saturday, January 05, 2008

Ketika Hati Bertanya Pada Cinta

21 desember ‘07

Perlahan jemariku menyusuri setiap huruf, kata dan kalimat tergores diatas kertas ini. Banyak jalan kutempuh untuk kembalikan kepercayaanku bahwa cinta itu ada. Yang selama ini aku rasakan hanya sebuah pergolakan perasaan yang menginginkan untuk menyadari kebencian pada semua yang telah menyakitiku dan menaklukkan semua kesucian yang terpendam pada setiap insan yang ingin mengetahui apa yang ada dibalik pakaianku. Sungguh tak ada bedanya bila mereka satu persatu telah berada pada keangkuhan batinku bahwa aku dapat memberitahukan pada kehidupan sebagaimana sakitnya takdir yang ia tuliskan untukku…

Dikeramangan malam ini pula aku sendir tak dapat membendung semua rasa yang kumiliki untuk seseorang. Bahwasanya dibalik kebencian dan keangkuhanku pada kehidupan ternyata cinta masih terselip dibagian-bagian hatiku yang telah hancur dan bahkan telah hilang…kadang pula sebenarnya aku mencari arti sesuatu yang aku cari itu dan kadang pula aku hanya membuangnya seperti pembungkus cemilan-cemilan yang didalam kamarku, setelah kunikmati…semuanya hanya sepenggal rasa sesaat saja

***

Sepenggal kisah yang aku lewatkan pagi itu…

“Nak, kapan kuliahmu kelar?”pertanyaan papa mengagetkan aku pada rutinitasku didapur menyiapkan sarapan buat keluarga yang sedang ngumpul.

“InsyaAllah tahun depan pa…doa kan saja semua urusanku lancar”

Mendengar jawabanku atas pertanyaan papa, beliaupun berlalu dengan kebisuannya walaupun aku pun tahu seberapa besar kekecewaannya padaku.

Beberpa tahun yang lalu mama meninggalkan kami dengan ketidaksiapan. Banyak kejadian yang terjadi terhadapku dan terhadap keluargaku sepeninggal beliau. Kadang aku merasa keikhlasanku melepas Almarhumah pergi begitu egois, hanya ingin menampakkan ketegaranku pada keluarga. Selanjutnya aku membiarkan papa untuk menikah lagi, walaupun pengganti mama itu baik tapi kasih sayangnya beda bahkan sangat-sangat jauh berbeda. Saat itu aku masih punya seorang adik yang kecil yang masih duduk di bangku SD. Aku tahu mungkin apa yang adikku rasakan itu adalah suatu ketidak adilan tapi setidaknya aku berusaha memberikannya kasih sayang yang tidak di dapatkan dari almarhumah mama. Kuanggap pernikahan papa cukuplah sementara dalam keluarga. Karna aku masih ingin melihat saudara-saudaraku berkumpul dan saling membagi perasaan, tenyata tidak. Kakak kedua ku mengekehkan diri untuk menikah. Walau dalam keluarga ada sedikit saling ketidak setujuan tapi tetap saja aku dan keluarga mendampinginya dalam kebahagian tersebut untuk mendapatkan tulang rusuknya. Suasana dikeluargaku lebih jauh perbedaannya dengan yang dulu. Banyak kekecewaan yang ada dalamnya dan air mata yang mesti aku tetes kan untuk segalanya. Bahkan aku rasakan aku lebih akrab dengan orang lain di banding dengan keluarga sendiri bahkan saudara kandungku sendiri.

***

Malam ini aku merasakan lagi sesorang ingin berlalu dalam hari-hariku dan meninggalkan aku dalam kesendirian.

“aku bukan teman sejati buatmu, maafkan aku melupakan pertemanan ini. Aku hanya takut dosa terhadap dirimu. Aku hanya manusia yang masih bingung dengan pencarian jati diri” itulah isi sms yang aku terima dari seseorang pada pukul 23.00 malam. Entah perasaan sedih, kecewa, sakit yang tercampur dari kepura-puraanku untuk tegar. Bahwa aku tak bisa memaksakan semua itu…

Waktu memberikan aku sebuah perenungan yang sangat panjang dan mengulang-ulang membaca isi pesan tersebut.

“benarkah saling melupakan itu yang kauinginkan?”lirihku pedih dalam hati. Entah apa yang membuatku sakit bahkan aku mereka-reka sendiri dalam benakku, mungkinkah benih cinta yang aku kubur dalam-dalam itu mulai bertunas ataukah hanya egoku untuk menaklukkan hati setiap manusia dalam kemayaanku…..?!!!!!. semakin aku membaca isi pesan itu, semakin pula hatiku bertanya pada cinta

“ apa yag kau sembunyikan?”

namun jawaban itu tak pernah kudapatkan bahkan hanya bisa membuat hatiku perih…

***

“Aku tidak akan memaksakan sesuatu!!! jika yang kau minta untuk saling melupakan, aku akan menuruti kemauanmu karna aku tau kamu akan menghilang. Berteman itu tak selamanya abadi, mengenal tak selamanya bersama dan manusia sebenarnya pun tak ada yang sempurna dalam hal apapun. Jangan pernah merasa bersalah dalam hal ini...aku bisa ngerti...” Sending......Pesan tersebut terkirim padanya. Namun sesaat kemudian aku kembali mengirimkannya pesan ” oh yah ampir lupa....sebuah anugrah buatku bisa mengenalmu, walaupun waktu kita sependek dan semaya ini tapi buatku banyak senyum yang aku dapati darimu. Nice day everytime to you...bye” terakhiri pesan tersebut

”kisah yang kumulai kemarin, kuakhiri dengan cepatnya malam ini” kesahku seiring dengan helaan nafas panjang. Jauh layang ingatanku kembali pada bang lutfhi. Dia memberikanku keceriaan, senyum bahkan mengenalkan aku pada kemanjaan. Namun tiba-tiba meninggalkanku dan membiarkan aku dalam kehancuran hidup... saat itu aku ingin bersandar dan berada pada pelukan serta kasih sayang sesosok mama namun sayang tak dapat kurasakan lagi. Ingin berbagi dengan yang lain tapi tetap saja sama, tak ada yang mengerti dan peduli dan akhirnya aku mencari jalan sendiri. Menapaki dunia nyata dan maya yang keduanya menghubungkan aku pada kehancuran. Tubuhku masih tegar menjalai kehidupan yang telah di takdirkan untukku, tapi jiwaku telah hilang sehingga luka-luka yang hanya bisa membuat darah yang mengalir dari sekucur tubuhku membeku.

Hatiku kembali bertanya pada cinta

”sekarang mungkinkah aku mempercayai keberadaanmu lagi? Seberapa lama engkau akan menjadi kebencian dalam diriku yang tak bisa menyatukan aku dalam kepingan-kepingan itu ?!!!...”

Tagisanku tak dapat membahana disetiap sudut ruangan namun terpendam dan menjadikan benci terhadap cinta dalam hati.

”Slamat tinggal” hatiku membisikkan kata itu pada Cinta.....

Monday, December 17, 2007

Hidupku pada Nada

8-5 terikat tanpa kata
tumbuh dnegan rasa merindu
2- terdengar sangat indah
mencari makna 9#9 dengan langkah keberadaannya
akan kah nada 2-2-1 menggelora
memberikan kedamaian dalam jiwa
dan 6#0-1 melengkapi nada harmonis
menyatu dalam gita cita cinta
walau tak selamanya tapi sesaat bermakna memilikinya....

***
semua masih seperti sama seperti dulu kala seorang kembali menghampiri hidupku dengan canda dan tawanya. seorang yang hanya kukenal dari seorang teman dan sampai sekarang masih menjadi tanda tanya bagiku bagaimana wajah dan seluk beluk tentang dia....
"iya padeng.....tersanjungku ada yang sayang ka walau itu hanya maya" itu smsnya kemarin pada ku saat aku tidak menginginkan terjadi hal yang buruk satupun tertimpa padanya.
dia tidak pernah berada pada posisiku yang hanya mengenal kampus, kamar dan sesuatu yang bisa membuatku berfikir secara logika dan mencari ketenangan. tapi dia melibihi itu, kadang aku sendiri cemburu melihat keaktifannya menguasai semua lokasi-lokasi yang ada dikota ini...dia lebih mengekspresikan dirinya dalam kebebasan yang dapat berguna buat dirinya,orang lain dan setidaknya buat mengekspresikan jiwa dan bakatnya.
kadang aku merasa mungkin aku bisa seperti dia yang ibaratkan merpati dapat terbang tinggi namun tetap dia mengingat untuk menghentikan kepakannya saat waktunya untuk pulang pada peraduannya...
entah mungkin sekarang dia adalah teman yang masih bisa memberikan aku inspirasi dalam suatu senyum. namun suatu hari nanti aku yakin diapun menghilang seperti yang lain...meninggalkan aku dengan kenangan yang hanya mampu aku ulang dalam memory yang sempit ini...
***
seperti kepakan sayap merpati
kau menerbangkan dirimu dengan tingginya
namun tetap kau kembali saat kau lelah
sementara aku ingin ada yang abadi untuk di kenang
saat itu pula waktu berkata
bahwa sesungguhnya kepergian mereka seperti kepergianmu
yang menyisakan satu kenangan
entah kapan akan kulupakan
dan entah kapan kenangan itu dapat terulang dengan keadaan yang lain

Wednesday, December 12, 2007

SANG FOTOGRAFER

Ada yang mengatakan pekerjaan itu tak berarti, ada pula menyimpulkan apa tujuan dari pekerjaan itu tapi seorang temanku mengatakan pekerjaan seperti itu baginya adalah sebuah profesi yang unik. Tak ada yang bisa melakukannya tanpa keahlian. Bagiku juga dan menurut pendapatku pekerjaan itu sanagt menarik. Mau tau apa itu….

**************FOTOGRAFER.***************

Senja yang melelahkan buat sesosok pemuda dengan usia yang mulai dewasa. Hari itu dia mendapatkan sebuah kekecewaan yang baginya sudah terbiasa “cintanya di tolak ma seorang cewe…lagi…”

Maman, nama lengkap maman sukirman. Seorang mahasiswa sejarah dari universitas di kota makassar.. profesinya fotografer, nyambung dimana yah dengan sejarah…..

Sore itu dia terlihat sangat lesu, mungkin karena dia terlalu banyak aktifitas diluar mencari mangsa objekan profesi atau emang dia lagi sibuk di kampus atau juga karma akibat ketolak….(hehehehe)

“man! bengong aja, entar kesambet jin lho..”

”eh noar, biasalah...cape”

”tumben baru nongol, kemana aja neh?selama seminggu ngga keliatan batang idungnya...apa lagi batang rokoknya ” canda maman

Noar membalasnya dengan senyum dan berlalu.

Noar temen serumah maman walaupun kuliah di universitas yang sama tapi noar dan maman tidak sefakultas. Mereka jarang bertemu karena maman meliput di jalanan sedangkan noar naik gunung atau masuk hutan sebagai aktifitas penelitiannya mahasiswa geologi. Ada lagi temen plus sahabat maman, yudi dan andini. Mereka berdua sefakultas dengan maman. Yudi aktifis rohis di fakultasnya sedangkan andini tergabung dalam kru warta kampus.

***

”assalamu alaikum”

”waalaikum salam, sapa yah?”

”dini...”

”ooo sorry ces..napa ki?”

”man, besok ada acara di fakultas, bisa datang ngga?

”wah besok aja liatnya yah din, masalahnya banyak juga kerjaan ku”

”ya udah, sms aku yah kalau bisa ikut. Assalamu alaikum”

”waalaikum salam”klik...suara komunikasi lewat telpon terputus

”dari siapa man?”tanyan noar

”Oo, dari dini, katanya besok ada acara di fakultas”

”eh..salamin dong dengan dini, dia manis banget”

”haaaaa.....”dengan mimik kaget dan heran maman melanjutkan perkataannya

”dini kau bilang manis ?!!!besok periksain tuh mata ke Rs wahidin degh” sambil menahan tawanya

”kualat loe man....”dengan nada ketus noar meninggalkan maman sendiri

***

Untuk selembar kertas putih yang kunodai dengan goresan penaku malam ini

”maafkan tanganku yang jahil ini telah menorehkanmu dengan tinta-tinta yang terbait dalam kata dan kalimat. Karena hanya kamu lah saat ini yang ada di hadapanku dan menemaniku dari segala kepenatan hidupku

Tau kah kamu, goresan ini hanya untuk membuang segala kekecewaan, kepedihan dan kelemahan seorang laki-laki yang tak dapat dilampisakan kepada siapapun. Aku juga hanya ingin agar kamu dapat mendengarkan deritaku dan tangisan jiwaku tanpa harus memberikanku sepatah katapun. Aku hanya ingin didengar...dan aku tidak ingin terluka lagi. Membisulah wahai kekosongan yang putih..

Jalan-jalan itu kutapaki untuk mencari penghidupan diri. Aku tidak ingin tergantung dengan siapapun. Aku masih mempunyai sepasang kaki yang utuh untuk melangkah, tanganku masih lengkap untuk menggenggam kameraku dan mataku masih sempurna untuk melihat segala keindahan yang aku cari. Namun kehidupanku tak pernah lengkap. Akupun tak tahu apa yang masih kurang dan kosong didalam jiwa dan hatiku..

Entah kehampaan apa yang dirasakan pemuda itu sehingga tangannya dapat menggoreskan semua kalimat dalam keremangan malam. Terkadang masa lalu menghampirinya tentang sosok gadis yang sanagt dicintainya. Wajah yang manis, bersahaja dalam balutan kemanjaan. Senyum yang selalu menghias bibirnya yang membuat kerinduan maman semakin membuncah. Saat-saat membelai rambut panjang nya yang terurai membuat maman semakin tak dapat melupakan gadis yang telah meninggalkannya itu setahun yang lalu. Semuanya masih tersimpan dalam memori maman saat-saat pertama mengenalnya, mendekatinya bahkan saat detik-detik waktu untuk mengungkapkan segala isi hatinya pada gadis itu. Namun tiba-tiba segalanya memudar ketika kata berpisah itu terngiang. ”aku menjalani hubungan kita selama ini berharap agar kamu bisa beralih profesi sebagai fotografer. Kamu nyadar ga sih, kamu ngga punya waktu untuk kuliah apalagi waktu untuk berduaan denganku. Kita pisahnya aja!!!jadikan kameramu itu menjadi kekasihmu!!!”

Kata-kata itu begitu pedih untuk ditelan mentah-menta oleh maman. Orang yang seharusnya diharapkan untuk mendukung profesinya itu malah memilih meninggalkannya.

(maman....maman....kasian banget sih nasib mu..hehehe.)

***

Selama beberapa pekan maman tidak pernah kekampus. Dia juga tidak pernah bertemu lagi dengan kedua sahabatnya, yudi dan andini. Waktu maman kebanyakan dijalan, menyelusuri sudut-sudut kota untuk mendapatkan objek buat pameran foto.

”tumben dirumah man?”tegur noar dengan sebuah pertanyaan

”rindu ja sama dikau noar, jadi ngga pingin meliput hari ini”

Seperti biasa dengan sikap acuhnya noar hanya mencibir dan senyum kearah maman kemudian berlalu.

Tiba-tiba maman teringat pada kenalan barunya yang di temui saat menyerahkan formulir untuk mengikuti pameran foto. Namanya ayu, seorang gadis berambut panjang yang mengingatkan pada kekasihnya yang dulu...tapi sayang...pintu itu telah terkunci rapat

***

”man...”

”eh yud, apa kabar”

”alhamdulillah baik, kau sendiri gimana, kok baru kelihatan?”

”alhamdulillah baik juga, biasalah profesi ku mengharuskan banyak dijalan, itung-itung biaya hidup ma kuliah bisa tanggang sendirilah...”paparnya

”yud, kabarnya andini gimana?tidak pernah ma liatki”

”banyak perubahan man, cobalah jalani hidupmu sehari saja di kampus..”jawab yudi

Dengan meninggalkan sebuah pertanyaan den kebingungan diwajah maman, yudi pamit dan meminta maman untuk menghubunginya nanti malam

Kali ini maman berada di kampus, selain untuk bertemu dengan teman dan sahabat-sahabatnya juga berharap mendapatkan objekan yang menarik. Tiba-tiba ia tersentak,

”masyaAllah.......” lirihnya dalam hati dengan decakan kagum saat kameranya menyorot sebuah objek dari jauh. Seorang gadis cantik, mungil dan menawan. Kepalanya terbalut jilbab dan dipadu dengan pakaian yang menutupi seluruh auratnya. Sosok itu dikenalnya selama bertahun-tahun dengan gaya tomboy,lincah dan tegas. Hampir seluruh teman angkatannya menganggap gadis itu seorang cowo karena penampilannya seperti demikian.

“permata yang selama ini selalu aku acuhkan ternyata sebuah Ruby yang Sangat menawan,andini…kau tiba-tiba …”maman tak dapat melanjutkan bisikan kalimatnya untuk dirinya sendiri

Tak terasa waktu membuai maman dengan setitik kesempurnaan Tuhan yang ada di depan matanya. Saat malampun menjamah dan kesunyian kembali merabah dalam keremangan, bayangan andini terus memenuhi benak maman hingga melelapkannya dalam tidur.

Sang Fotografer telah merasa mendapatkan pengisi kekosongan jiwanya walaupun dia tak tahu kapan akan meraihnya ataukah mungkin seperti yang lain…memberikan penolakan.

Kalau telapak bisa terbuka, mengapa mesti melipat jari”

The End

specialy for maman...thank's for u inspiration..

inilah yang bisa aku berikan dan kemampuanku dalam memenuhi permintaan mu... i hope u like

maaf atas semua kekurangan dari karyaku.....

Tuesday, November 13, 2007

masalah....kata ini emang cukup singkat tapi menghadapinya perlu banyak keberanian dalam diri kita masing-masing. kadang masalah itu di berikan kepada kita karna katanya kita mampu menghadapinya walau kadang ada yang tabah menjalaninya dan ada yang emang cuman bisa neko-neko doang sambil menghadapinya. ada pula yang menghadapi masalah dengan melarikan dirinya dari masalah itu sendiri, kalo hal ini segh cukup dikatakan ngga jentelmen tapi perlu di garis bawahi mungkin ada masalah yang emang perlu kita melarikan diri dulu untuk mempersiapkan mental menghadapinya suatu saat nanti. tapi dengan catatan segalanya mesti terselesaikan dengan tuntas ...tas dan tas....(xixixi bukan promosi pil tuntas :P)
sementara masalah ini ada yang terkategorikan kecil dan ada yang besar. yah diliat dari sudut pandang dari orang yang lagi menghadapinya saja getoooo. kalau orang yang sedang menghadapinya itu menganggap itu sebuah warna dalam hidupnya dan perhiasan dalam hari-harinya yah mungkin akan terbiasa dengan hal itu tapi jika yang menghadapinya adalah orang yang emang salah sedikit aja bakal panik...hehe keknya ini yang gawat degh. walaupun masalahnya kecil tapi di hadapi dengan kepanikan bakal jadi masalah besar....
sekarang aku ngomongin tentang masalah karna emang aku lagi ada masalah yang sebenarnya aku anggap cukup gede segh...so mending cuap-cuap aja di blog ku sendiri dari pada tinggal dikamar yang ngga tau juntrungnya pikiran arahnya bakal kemana...oke degh sekian dulu karna aku mau meditasi di suatu tempat(padahal aku sendiri ngga tau tempatnya di mana :P~)

Tuesday, October 23, 2007

........ Semakin

Dengar

Ada nyayian hati yang sangat merdu

Disepertiga malam yang sunyi

Melantunkan sebagian dari kalimat yang sangat suci

Namun

Ada kepedihan dalam jiwanya

Ada getar perih dalam raganya

Kerinduan nafsu yang membuncah

Dan sebait resah yang menyelimuti

Semakin ku mendekat

Suara itu semakin terasa merintih dalam keindahan malam

Tak ada satupun suara yang menghalanginya

Semakin ku mendekat

Terasa ada danau kecil mengalir di ujung matanya

Hanya dia yang tau

Dirinya pulalah yang mengeluh

Semakin ku mendekat

Tobat itu terjelas dengan indah

Pengaharapanpun semakin teryakini

Terampuni pun itu yang menjadi keinginannya

Semakin ku mendekat

Sungguh.....

Tahajjud memberikan kenyamanan batinnya

Semakin kumendekat

Aku ingin seperti dirinya

Semakin ku mendekat

Ternyata ku tahu itulah sosok diriku yang dalam penyesalan

Semakin ku mendekat

Ilallah....terimalah aku sebagai hambaMu

Sunday, September 16, 2007


this me and my frends

sunguh indah kebersamaan itu, mungkn disaat terakhir-terakhirku bersama mereka di kost an ini yang menjadi kenangan dengan mereka. walaupun tempatnya tidak terlalu unik tapi sangat menetram hati bagi yang berada di sana. bagaimana dengan orang yang sering mancing....mungkin mereka akan sangat merasa tenang dan senang bila berada di sana menghabiskan masa-masa santai mereka saat sore hari. danau Unhas, pemandangannya yang sangat indah apalagi fasilat-fasilitas di sana sudah bisa dikatakan memadai karna semakin diperindah. beatiful....hanya itu yang bisa aku bisikkan kedalam hatiku saat berada di sana ^_^

Friday, August 31, 2007


Kamu udah dewasa kan? Kalo belum, pertanyaan di judul ini kayaknya perlu dijawab dengan tegas. Tapi saya rasa kamu yang pada baca buletin ini sudah banyak yang dewasa. Ayo, ngaku aja (bukan nuduh lho, tapi ini sekadar menegaskan). Eh, tapi nggak salah juga kalo ada yang baca buletin ini masih belum dewasa alias belum baligh, misalnya anak SD dan SMP. Silakan aja.Sobat muda, kalo lihat tayangan televisi di sudut kiri atas atau kadang di bawah kiri (tergantung maunya masing-masing pengelola televisi sih) biasanya suka tercantum lambang: “Dewasa” dengan huruf “D”, “Bimbingan Orangtua” dengan ikon “BO”, dan “Anak-anak” ditulisi dengan ikon “A”; malah ada juga tontonan satu untuk semua—”SU” alias Semua Umur. Meski efektifitasnya juga masih belum terbukti dengan bagus.Oya, konon kabarnya pelabelan itu sebagai bentuk kepedulian pihak penyelenggara siaran untuk mengelompokkan pemirsanya. Jadi, mereka merasa bahwa dengan memberikan panduan seperti itu para orangtua bisa memantau anak-anaknya dalam menonton tayangan televisi. Misalnya, kalo sebuah tayangan tercantum lambang “Dewasa”, maka ortu berhak menegur anaknya atau memintanya dengan cepat untuk mengalihkan ke chanel lain. Nah, kamu termasuk kelompok yang mana nih? Udah dewasa belum? (jawab dalam hati aja ya… soalnya ada juga yang udah bangkotan tapi masih seneng film kartun—yee apa hubungannya? Emangnya film kartun khusus anak? Nggak juga kan?—ini kok malah ngelantur kemana-mana)Oya, sebenarnya dalam “kamus” ajaran Islam tak dikenal istilah remaja. Ajaran Islam dalam menilai manusia itu hanya dengan dua kriteria: anak-anak dan dewasa. Perubahan dari dunia anak-anak menjadi dewasa ditandai dengan perubahan pada hormon-hormon seksualnya, seperti pada anak laki-laki sudah mengalami ihtilam (mimpi basah, yakni pas mimpi keluar sperma, bukan karena diguyur air se-ember). Buat anak perempuan sudah mulai haid alias datangnya ‘tamu bulanan’. Dalam Islam, kejadian itu dikenal dengan istilah sudah “baligh”.Nah, jika sudah baligh, berarti ia sudah terbebani hukum (mukallaf). Artinya, segala perbuatannya dalam menjalani kehidupan ini akan dicatat. Jika berbuat baik, pahala ganjarannya, jika berbuat salah, dosa yang ia dapat. Tapi jika masih anak-anak, tak akan dinilai baik atau buruk, sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Diangkat pena dari tiga orang; orang yang tidur sampai ia bangun, anak hingga baligh, dan orang yang gila sampai ia sembuh.” “Pengangkatan pena” (tidak dicatat amalnya)dari mereka maksudnya adalah mereka bukanlah mukallaf secara syar’i.Mengenal pubertasRasanya nggak ada salahnya jika teman remaja mengenal masa-masa ini. Bahkan mungkin sangat perlu, karena emang berkaitan dengan kehidupan kita sendiri. Nah, dalam perkembangan fisik dan jiwa manusia, para pakar psikologi mengenalkan istilah “masa pubertas” atau puber. Omong-omong, pada usia berapa sih remaja mengalami pubertas?Menurut para ahli perkembangan jiwa, usia remaja mengalami pubertas adalah pada usia 14 - 16 tahun. Masa ini disebut juga “masa remaja awal”, dimana perkembangan fisik mereka begitu menonjol. Remaja sangat cemas akan perkembangan fisiknya, sekaligus bangga bahwa hal itu menunjukkan bahwa ia memang bukan anak-anak lagi. Catet, bukan anak-anak lagi, lho.Pada masa ini, emosi remaja menjadi sangat labil akibat dari perkembangan hormon-hormon seksualnya yang begitu pesat. Keinginan seksual juga mulai kuat muncul pada masa ini. Pada remaja wanita ditandai dengan datangnya menstruasi yang pertama, sedangkan pada remaja pria ditandai dengan datangnya mimpi basah yang pertama.Remaja akan merasa bingung dan malu akan hal ini, sehingga orang tua harus mendampinginya serta memberikan pengertian yang baik dan benar tentang seksualitas. Jika hal ini gagal ditangani dengan baik, perkembangan psikis mereka khususnya dalam hal pengenalan diri/gender dan seksualitasnya akan terganggu. Kasus-kasus gay dan lesbi banyak diawali dengan gagalnya perkembangan remaja pada tahap ini.Di samping itu, remaja mulai mengerti tentang gengsi, penampilan, dan daya tarik seksual. Karena kebingungan mereka ditambah labilnya emosi akibat pengaruh perkembangan seksualitasnya, remaja sukar diselami perasaannya. Kadang mereka bersikap kasar, kadang lembut. Kadang suka melamun, di lain waktu dia begitu ceria. Perasaan sosial remaja di masa ini semakin kuat, dan mereka bergabung dengan kelompok yang disukainya dan membuat peraturan-peraturan dengan pikirannya sendiri. Itu sebabnya, cenderung semau gue.Kesalahan berpikirSeringkali para orangtua menilai bahwa remaja yang berbuat “aneh” dan bahkan terkesan nakal dianggap sebagai sebuah kewajaran. Dianggap biasa saja. Misalnya, ketika ada temen-temen remaja yang mengecat rambutnya pakai pylox disikapi bahwa itu bagian dari perkembangan jaman. Melihat remaja yang asyik berpacaran, tak merasa bahwa itu membahayakan. Apalagi sampai berdalil, “Saya juga dulu seperti itu...” Wah, musibah besar namanya nih kalo ada ortu yang berpikiran kayak gitu.Nggak hanya itu, seringkali juga para orangtua secara umum membiarkan bebas anak remjanya untuk berbuat sesukanya dengan alasan bahwa itu bagian dari upaya mencari jadi diri. Kalo dikekang, bisa berbahaya. Nah, jika dikekang bisa berbahaya, apakah ada jaminan kalo dibiarkan bebas sesukanya tidak akan membahayakan? Betul ndak?Sobat muda muslim, kesalahan berpikir seperti ini nggak cuma ada di kalangan para orangtua, tapi juga di antara kita sendiri. Yup, kita sendiri seringkali menganggap enteng masalah. Bahkan kesannya mengampuni diri sendiri dan memiliki standar ganda dalam menilai satu masalah. Aneh banget kan? Misalnya, ketika terlibat tawuran kita bilang ke temen-temen dan ke orang-orang bahwa kita sebagai remaja pemberani. Ketika kita pacaran, kita bilang ke siapa pun bahwa kita sudah dewasa. Udah gede. Tapi ketika ada razia KTP atau kena batunya pas digiring ke kantor polisi, kita ngaku-ngaku masih anak-anak. Biar nggak kena sanksi alias hukuman. Gimana nih?Kondisi seperti ini kalo boleh dibilang sebagai “kedewasaan yang menjanin” dan masa kanak-kanak yang “menua”. Artinya, masa remaja adalah masa transisi. Lepas dari masa kanak-kanak dan masuk (tapi belum semuanya) ke masa dewasa. Jadi masih bisa berubah-ubah alias belum stabil. Di sinilah perlunya bimbingan yang benar dan arahan yang jelas dan pasti. Tidak dikekang, tapi juga tidak dibiarkan liar. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam berpikir. Baik bagi para orangtua yang menilai perilaku remaja, maupun bagi teman remja itu sendiri. Karena apa? Karena kesalahan dalam berpikir akan membawa dampak yang parah pada penilaian dan penanganan kasus yang terjadi di kalangan remaja. Contohnya, untuk tindak kriminal remaja, polisi biasanya tidak bisa memberi hukuman seperti kepada orang dewasa. Bahkan cenderung hanya memberi sanksi ringan. Padahal, dalam Islam, jika sudah baligh ya sudah masuk kategori dewasa. Jadi jelas sudah terbebani hukum. Dia wajib melaksanakan perintah dan wajib pula menghindari larangan yang diatur dalam ajaran agama. Bukan cuma tongkrongan dan ‘onderdil’Nah, ngomongin tentang kedewasaan, jadi teringat sebuah semboyan iklan rokok yang berbunyi, “Tua itu pasti, dewasa itu pilihan”. Cukup bagus dan menyegarkan. Kenapa? Karena usia tua itu pasti, tapi soal kedewasaan berpikir belum tentu berbanding lurus dengan usianya. Sebaliknya, meski masih usia 17-an (setelah baligh), tapi sudah dewasa secara pikiran. Itulah kenapa dewasa itu disebut sebagai pilihan. Karena apa? Karena memang bisa dipilih. Bisa diupayakan untuk ‘mengatur’ diri ini dengan hiasan amal kita. Amal yang baik, atau amal yang buruk. Tapi, sebagai seorang muslim, tentunya kita wajib banget untuk memilih jalan hidup dan amal perbuatan yang memang dibenarkan oleh Islam. Oke?Dalam pandangan Islam, dewasa tidak hanya ditinjau dari perubahan secara biologis, tapi juga pola berpikir. Itu sebabnya, jika seorang remaja sudah berpikir dewasa, maka ia akan tahu arti tanggung jawab, meminta maaf, berkorban untuk orang lain, menghormati orang lain, berjuang untuk agama, patuh pada orang tua, amanah, jujur, cinta dan kasih, taat pada aturan Allah Swt. dsb. Jika masih gemar melakukan kemaksiatan, berarti belum dewasa secara pikiran. Padahal, secara biologis sudah sangat dewasa, gitu lho.Itu sebabnya, seringkali kita saksikan dalam kehidupan nyata ada orang yang masih betah berbuat maksiat. Padahal, umurnya sih udah menjelang “maghrib” alias udah sepuh. Kepada model orang yang seperti ini, kita bisa bilang bahwa dia belum dewasa. Secara fisik memang udah dewasa, tapi secara pemikiran dan perbuatannya masih “anak-anak”. Cemen deh!Sobat muda muslim, dengan kata lain, bukan cuma tongkrongan dan ‘onderdil’ di tubuh sebagai ukuran untuk menilai sebuah kedewasaan. Terlalu sederhana. Karena dalam Islam, selain ukuran fisik, cara berpikir dan apa yang dilakukan juga harus masuk penilaian.Menyiapkan diri jadi dewasaKarena menjadi dewasa adalah sebuah “pilihan”, maka tentunya harus direkayasa alias disiapkan. Nggak bisa dibiarkan alami. Karena memang jadi dewasa dalam cara berpikir itu bukan kebetulan, tapi pilihan. Itu sebabnya, ada pelatihannya juga. Memang sih, model pelatihannya nggak perlu dibuat semacam jenjang akademik, tapi melalui “schooling society” (sekolah kehidupan). Di sinilah kita belajar. Istilahnya, “learning society”. Belajar dari masyarakat.Kita bisa membandingkan para pemuda Islam di jaman Rasulullah saw. Banyak para pemuda di jaman itu yang rindu dan cintanya kepada Islam sangat besar. Salah satunya yang membuat mereka seperti itu adalah karena kondisi kehidupannya mendukung. “Sekolah kehidupan” telah mengajarkan dan membentuk kepribadian yang begitu hebat. Itu sebabnya, jika sekarang banyak remaja yang amburadul ketimbang remaja yang baik-baik, itu juga karena model kehidupan yang diajarkan di masyarakat nggak benar. Gimana pun juga, individu itu pasti akan terwarnai oleh kondisi masyarakat. Kalo masyarakatnya rusak seperti sekarang, kayaknya udah alhamdulillah banget kalo masih ada remaja yang selamat kepribadiannya.Sobat muda muslim, singkat kata, untuk menjadi remaja yang dewasa tentu satu-satunya cara adalah dengan belajar. Tanpa belajar, kita nggak akan tahu bagaimana cara berpikir yang dewasa dan islami, kita nggak akan ngeh juga seperti apa berbuat yang benar, dewasa, dan sesuai ajaran Islam. Sabda Rasulullah saw.: “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar.” (HR Bukhari)Nah, untuk memudahkan kita dalam berpikir dan berbuat dewasa dalam pandangan Islam, wajib juga adanya peran besar dari negara untuk mewujudkannya. Seperti apa? Misalnya, negara harus mengawasi isi media massa untuk remaja. Kalo merusak, tegur. Bila bandel, beri sanksi. Terus, rajin juga ngasih pembinaan mental. setuju?

Sunday, August 26, 2007

KEKASIH SEJATI: DIMANA DICARI?


Berbahagialah seseorang yang memiliki seorang kekasih, apalagi seorang kekasih sejati, kekasih yang tidah hanya menemaninya dalam suka duka di dunia tapi juga seorang kekasih yang akan bersama-sama meneguk nikmatnya kehidupan akhirat, insya Allah. Siapakah dia kekasih sejati? Dimana gerangan kita bisa mendapatkanya?

Kekasih sejati, ia bisa ada didekat kita, ia bisa ada disamping kita. Seorang suami sholeh adalah kekasih bagi istrinya dan seorang istri sholehat adalah kekasih bagi suaminya.. Seorang kekasih yang akan shabar bersama-sama mengahdapi ujian kehidupan, seorang kekasih yang akan menjadi pelipur duka, seorang kekasih yang menyenangkan dalam keceriaan, yang selalu menjadi penyemangat dalam menjunjung kebenaran, seseorang kekasih yang memiliki ketajaman jiwa yang dapat merasakan kapan kta bahagia dan kapan kita gundah gulana. Setelah ketaqwaan maka tidak ada kebaikan yang lebih besar yang dikaruniakan oleh Allah kepada seorang hamba mu’min selain suami/istri yang sholeh/sholehat. Seorang kekasih sejati ada pada ketaatanya kepada Allah dan Rosul-Nya dan sikapnya memelihara cinta baik ketika berdekatan maupun ketika berjauhan, yang cintanya tak berkurang karena ruang memisahkan dan tak lekang karena waktu berjalan Apakah setiap istri atau suami otomatis akan bisa menjadi seorang kekasih sejati?

Setiap kita, apakah kita sebagai suami atau sebagai istri memiliki peran yang penting untuk menumbuhkan peran pasangan kita sebagai kekasih sejati. Kita terlebih dulu harus menjadi kekasih sejati. Peliharalah hati kita untuk selalu mencintainya karena Allah, ajaklah kekasih kita untuk melakukanya, sebab cinta sejati hanya akan tumbuh subur di ladang cinta kepada Ar-Rahman, cinta yang tumbuh diatas iman.cinta yang tumbuh diatas kecintaan kepada Allah akan bertahan lama bahkan lebih lama melebihi usia kita didunia

Berikaplah lembut dan penuh kasih sayang, karena kelembutan menumbuhkan cinta dan kedamaian, jauhilah sikap dan kata-kata yang kasar, karena itu akan melukai hatinya; tersenyumlah ketika melihatnya karena dia adalah yang paling berhak untuk mendapatkan shodaqoh itu dari kita; bantulah kesulitanya karena membantu orang lain adalah perbuatan mulia maka kekasih kita adalah yang paling patut mendapatkan uluran tangan kita; dengarkan cerita suka dan juga gundahnya karena itu adalah realsasi kebaikan yang terindah dalam akhlak seorang muslim yang akan mengajarkan sikap saling menghargai . cintailah siapa yang dia cintai, selalulah bersikap menyenangkan dihadapanya


Saturday, August 25, 2007

cerita...ya tetaplah cerita
kenangan ..ya tetaplah kenangan...


lumayan... Alhamdulillah sekarang lebih banyak bisa mengalihkan segala kegiatan ke aktifitas yang lebih berguna*ngejaga anaknya bunda juga sepertinya juga berguna*
kemarin aku pulang ke kampung karna nenek telah berpulang ke pangkuan Ilallah.*semoga amal ibadahnya di terima oleh Allah*
terus terang aku juga hampir mengambilsuatu keputusan yang sanagt bodoh yang hampir membuatku menyesal seumur hidup. untung saat itu ada seorang yang selalu bersamaku dan memberikan kehangatan kasih sayangnya kepadaku dalam bentuk nasehat. penulis gila, sekian lamanya aku mengenal dirinya tapi tetap tidak pernah emmbuatku jenuh mengajaknya selalu berada dalam kehidupan pribadiku bahkan mengetahui siapa sosok diriku. dia yang selalu memberikan aku semangat untuk lebih mengartikan hidupku sendiri tanpa mesti menjadikan orang lain yang lebih baik.... thanks for you my dear... i'll miss u.....

Tuesday, August 14, 2007



jika

jika....
ternyata akhir dalam kehidupan tak ada yang berarti...
maka segalanya tak akan ada yang pernah berarti
jika
ternyata hari ini aku tak bisa...
bukan berarti seterusnya aku akan gagal
jika ...
jarak memang memisahkan kita...
tak selamanya langkahku akan terhenti hanya sampai disini..
jika ...
ternyata masa ini aku tak memilikimu...
bukan berarti aku akan melupakan mu
jika...
kali ini ku tempatkan di kau di hatiku
bahkan bertahta di jiwaku
bukan berarti cintamulah yang paling agung
jika....
waktu ini aku tak sadar akan kebesaran Tuhanku
itu berarti akulah manusia yang paling merugi
karna jika...
aku tidak bisa terlepas dari nafsu dunia
maka aku lah manusia yang paling terkutuk...
maka...
lindungilah aku yaa Ilallah.......

kampus merah dibayangi
hitamnya lambang yang kelam
"Rose"

Saturday, July 07, 2007

"""adalah engkau:::seismic"""" aku teringat ma lagu nasyid ini. pernah di persembahkan oleh seseorang yang sangat berarti dalam hatiku. namuin sekarang dia dah jadi milik orang lain. entah mengapa hari ini aku mengingat dia, mungkin sekarang kebahagian telah merengkuhnya dengan pendamping yang bisa menjadikan keluarganya syurga dunia yang utuh.
sekarang semakin banyak hari-hariku terlalui dengan cerita yang sangat serru.
semakin aku menikmati kehidupan semakin pula perjalan bisa membawaku dalam kedewasaan dan memberikan hal yang tak pernah aku rasakan. tak lupa juga semakin mengontrol hati dan jiwa hingga lebih terasa nikmat selalu menghadap padaNya.
semakin indah dan semakin memberikan berkah...
aku ingin menghadapi hidup seperti ini, walaupun sendiri tapi penuh dengan keceriaan.
mungkin suatu hari nanti aku tidak sendiri lagi dan menemukan seseorang yang bisa menerimaku dengan segala kekuranganku bahkan bisa menjadi imam untukku melangkah dengan mengharap jannahNya.......amin........

Tuesday, June 26, 2007

demi matahari dan cahayanya,
dan bulan apa bila mengiringinya,
dan siang apabila menampakkannya,
dan malam apabila menutupinya,
dan langit serta yang membangunkannya,
dan bumi serta yang membentangkannya,
dan jiwa serta yang menyempurnakannya.

Wednesday, June 13, 2007

sederet senyum tersibak dalam keindahan jiwa
sebening embun yang menetes saat pagi menjelang
tiada kuasa yang lebih terasa besar
tiada daya yang kuat di banding yang lain
hanya milik dari sang pencipta
terlalui hari-hari dengan segala RahmatNya
sungguh.....
terasa damai dalam lubuk jiwaku

alhamdulillah. hari-hariku sekarang bisa lebih terasa damai. menyadari diri dalam rengkuhan Ilallah adalah anugrah yang tak tertandingi. walaupun kerinduanku pada seorang insan sangat membuncah namun dapat aku lalui dengan segala hidayah yang telah di berikanNya.

"kalau telapak tangan dapat terbuka, mengapa mesti melipat jari"

sekarang, aku tidak bisa keseringan lagi nongkrong di rumah mayaku ini. tapi cerita-cerita hidupku tetap tercatat dalam teman yang selalu menemaniku setiap hari. aku curhat ma dia selepas dari rutinitas dan saat mata masih dalam lenteranya yang menuggu waktu tertidur. aku punya diary yang tersayang so maaf yah rumah mayaku kalo aku ga bisa terlalu sering mengunjungimu.... ^_^